Selasa, 17 November 2020

Pips, Lot, Dan Perhitungan Profit

Beberapa hari yang lalu, ada teman trader yang menanyakan sebuah pertanyaan sederhana: "sebenernya, nilai 1 pips itu berapa Dolar sih?" Pertanyaannya sederhana, tapi untuk menjelaskannya perlu perhitungan yang untuk kebanyakan orang mungkin dianggap njelimet. Yah, berhubung dia sendiri yang nanya, maka terpaksa saya ajak dia untuk berpusing-pusing mengenal perhitungan nilai pips, lot, dan perhitungan profit/loss.

Nah, barangkali ada di antara Anda yang punya pertanyaan serupa dengan teman saya tadi, silahkan deh… disimak cara perhitungan pips, lot dan profit/loss di sini. Tapi terus terang nih, berhubung saya emang rada "lola" alias loading-nya lama, saat pertama kali dapet dari mentor saya om Wilson (makasih banyak mastah), lumayan lama dan mesti disimak berulang-ulang juga buat pahamnya. Jadi mohon maaf yah, kalo penjelasan di sini sebatas pemahaman penulisnya aja.

pip

Apa Itu Pips?

Pips adalah satuan terkecil dari penyebutan nilai harga, bisa juga disebut sebagai bentuk umum dari sebuah penambahan nilai valas.

Contoh: 

EUR/USD bergerak dari 1.2250 ke 1.2251, itu 1 pips. Pips adalah nilai tambah dari setiap angka desimal terakhir di belakang koma. Dari nilai pips itu, kita akan mengetahui profit ataupun loss. Perlu diingat, karena setiap mata uang memiliki nilai masing-masing, maka perlu mengetahui cara perhitungan tiap-tiap kandungan nilai yang ada.

contoh 

pair USD/JPY 

Harga 119.80 (perhatikan valas ini hanya terdiri dari 2 (dua) desimal di belakang koma, sedangkan lainnya ada yang 4 (empat) desimal di belakang koma). 

Dalam kasus pair USD/JPY ini, 1 pips adalah 0.01. 

Sehingga perhitungannya adalah sebagai berikut:

USD/JPY:

Harga 119.80

1 pips adalah 0.01. 

0.01 dibagi dengan harga valas

nilai pips 0.01 / 119.80 = 0.0000834

Untuk fairs yang 4 angka di belakang koma, 1 pips adalah 0.0001, 

contohnya 

USD/CHF dan USD/CAD, 

perhitungannya adalah sebagai berikut:

USD/CHF:

0.0001 dibagi dengan harga valas

nilai pips  0.0001 / 1.5250 = 0.0000655

USD/CAD:

0.0001 dibagi dengan harga valas

nilai pips 0.0001 / 1.4890 = 0.00006715

Dalam kasus pair lainnya dimana US Dollar adalah quote currency, misalnya untuk pair EUR/USD dan GBP/USD, perhitungannya adalah sebagai berikut:

EUR/USD:

0.0001 dibagi dengan harga valas

nilai pips  jadi 0.0001 / 1.2200 = EUR 0.00008196

Selanjutnya untuk mendapat US dollar maka, perhitungan adalah sebagai berikut:

EUR x harga Valas

0.00008196 x 1.2200 = 0.00009999 (bisa dibulatkan menjadi 0.0001)

Sedangkan untuk contoh perhitungan GBP/USD, berikut penjelasannya:

GBP/USD:

1.7975 0.0001 dibagi dengan harga valas

nilai pips  jadi 0.0001 / 1.7975 = GBP 0.0000556

Untuk mendapat nilai US Dollar maka, perhitungan adalah sebagai berikut:

GBP x harga valas

0.0000556 x 1.7975 = 0.0000998 (bisa dibulatkan menjadi 0.0001)

Begitulah dasar perhitungan Pips dan nilai yang akan dihasilkan.

Apa Itu Lot?

Ok, sekarang kita bicarakan masalah selanjutnya, yaitu perhitungan Lot. Pasar Valas diperdagangkan dalam bentuk lot. Nilai standar per lot adalah $100,000, tapi ada juga mini lot dengan nilai $10,000, serta micro lot yang bahkan bernilai $1,000 saja.

Apa Itu Lot

(Baca juga: Perbedaan Akun Micro, Mini, Dan Standard)

Asumsi: $100,000 per lot, maka perhitungan ulang untuk mengetahui pengaruhnya terhadap nilai pips adalah:

USD/JPY dengan nilai tukar sebesar 119.90, maka:

(0.01 / 119.80) x $100,000 = $8.34 per pips

USD/CHF dengan nilai tukar sebesar 1.4555, maka:

(0.0001 / 1.4555) x $100,000 = $6.87 per pips

Kasus lain dimana US Dollar bukan base currencyEUR/USD dengan nilai tukar sebesar 1.1930, maka:

(0.0001 / 1.1930) X EUR 100,000 = 8.38 x 1.1930 = $9.99734 ($10 per pips)

GBP/USD dengan nilai tukar sebesar 1.8040, maka:

(0.0001 / 1.8040) x GBP 100,000 = 5.54 x 1.8040 = 9.99416 ($10 per pips)

Bagaimana Cara Menghitung Profit/Loss?

Setelah mengenal Pips dan Lot, mari kita mengenal cara menghitung Profit dan Loss.

Contoh: 

Buy US dollars dan Sell Swiss Francs. Quote rate adalah 1.4525/1.4530. Karena kita melakukan Open Buy terhadap US Dollar, nilai yang digunakan adalah 1.4530. Katakanlah kita buy 1 lot seharga $100,000 

di harga 1.4530. 

Beberapa jam kemudian, harga bergerak ke 1.4550 dan kita memutuskan untuk Close Trade. 

Quote rate baru USD/CHF saat close adalah 1.4550/14555.

Karena kita melakukan Close Sell dari Open Buy sebelumnya, maka nilai yang digunakan adalah 1.4550. Selisih antara 1.4530 and 1.4550 adalah .0020 atau 20 pips. Dengan menggunakan formulasi yang telah dijelaskan sebelumnya, maka:

(0.0001/1.4550) x $100,000 = $6.87 per pips x 20 pips = $137.40

Ingat, ketika masuk dan keluar atau Open dan Close Trade, gerak nilai tergantung dari nilai spread (selisih nilai Bid dan Ask).

Nah, sampai di sini, semoga Anda sudah cukup jelas tentang bagaimana menghitung nilai pips dan menghitung profit/loss yang Anda peroleh dalam bertrading. Terus terang sih, waktu saya berikan perhitungan di atas ke temen yang nanyain masalah perhitungan pips dan profit ini, dia lalu protes: "kok ruwet amat sih?" Saya jawab aja: "Lah, tadi nanya?" hehehe!

Tahukah Anda, perhitungan nilai pips tidak perlu selalu dilakukan secara manual seperti di atas. Ada cara yang lebih mudah dan praktis yaitu dengan menggunakan Kalkulator Pips.

Perhitungan margin XAU/USD (dalam USD)

Sama dengan forex, margin yang dibutuhkan untuk pair XAU/USD tergantung dari besarnya leverage

Leverage bisa 

1:100, 

1:200, 

1:500 

atau lebih besar lagi tergantung dari yang ditawarkan broker.

Perhitungan margin XAU/USD (dalam USD) adalah: 

(harga XAU/USD saat ini) x jumlah lot x % leverage x 100.
Keterangan: 100 adalah ukuran kontrak (contract size) untuk XAU/USD, yaitu 100 troy ounce (atau 3.1 kg).

Contoh

buy atau sell XAU/USD 

2 lot dengan 

leverage 1:200 (atau 0.5% dari nilai kontrak) pada harga 1285.00, 

maka margin 

= (1285.00) x 2 x 0.5% x 100 = USD 1285.

Margin diberlakukan saat membuka posisi, jadi tergantung dari besarnya lot dan harga XAU/USD saat membuka posisi. Untuk posisi dengan besaran lot yang berbeda tentu saja besarnya margin juga akan berbeda. Margin tetap akan ditahan sebagai jaminan selama posisi tersebut belum di-close.
Setahu kami tidak ada perbedaan perhitungan margin pada saat open market atau close market.

Apa Arti Margin Dalam Trading

Margin pada trading membuat investasi forex dapat dilakukan dengan uang riil yang nilainya lebih rendah dari ukuran transaksinya.

Margin pada trading adalah istilah yang digunakan untuk trading dengan modal pinjaman. Hal ini menarik karena adanya fakta bahwa investasi forex dapat dilakukan dengan uang riil yang nilainya lebih rendah dari ukuran transaksinya. Selain itu, trader dapat membuka posisi (open position) yang lebih besar dengan modal yang lebih kecil.

Margin pada trading di pasar Forex diukur dalam satuan nilai. Kata "satuan" merujuk pada nilai transaksi, misalnya $100,000 yang dengan sistem trading margin dapat ditransaksikan dengan dana lebih kecil, misalnya 0.5% dari nilai aslinya, atau sekitar $500.

Hal tersebut bisa terjadi, karena trading forex tidak melibatkan mata uang secara fisik. Untuk bisa membeli atau menjual mata uang, Anda tidak perlu bertransaksi dengan uang sungguhan, melainkan hanya nilainya. Untuk bisa membuka suatu order, Anda cukup menyediakan uang yang diperlukan sebagai jaminan atas transaksi. Nah, jaminan itulah yang kemudian disebut sebagai margin dalam forex.

Hubungan Margin Dan Leverage

Jumlah jaminan atas transaksi tidak harus sesuai dengan nominal transaksi, karena trader forex bisa menggunakan leverage

Leverage inilah yang mampu 'mengungkit' daya trading lebih tinggi dari kemampuan dana. 

Bila Anda menggunakan leverage 1:100 misalnya, maka Anda bisa membuka transaksi dengan ukuran 100 kali lipat lebih besar dari dana sesungguhnya. Dalam contoh di atas, dana $500 bisa dipakai untuk membuka transaksi 1 lot atau senilai $100,000, karena sebelumnya telah ditunjang dengan leverage 1:200 

(200 x 500 = 100,000).

Jumlah margin bergantung pada besarnya leverage yang Anda gunakan. Semakin besar leverage maka semakin kecil pula margin yang Anda bayarkan sebagai jaminan atas transaksi. Untuk memperjelas pemahaman Anda, berikut ini tabel perbandingan leverage dan margin:

Rasio margin dan leverage

ketuk dan tahan gambar untuk memperbesar

Cara Menghitung Margin Dalam Forex

Meski sudah bisa dilihat dari leverage yang digunakan, besaran margin yang diperlukan untuk membuka posisi trading bisa selalu berbeda-beda. Hal itu karena harga saat ini juga berperan dalam perhitungan margin. Jadi apabila Anda ingin mengetahui berapa tepatnya margin yang diperlukan untuk membuka posisi, maka hitunglah dengan rumus berikut:

(Harga saat ini x ukuran lot x nilai kontrak) / leverage

Katakanlah Anda menggunakan leverage 1:200 

dan hendak membeli 

1 lot EUR/USD 

di harga 1.1242. 

Maka besaran margin yang diperlukan untuk membuka posisi itu adalah:

(1.1242 x 1 x 100,000) / 200 = $562.1

Selain menghitung secara manual, ada cara pintas yang lebih efektif untuk mengetahui ukuran margin per posisi, yakni melalui kalkulator margin forex.

Ukuran Margin Tidak Menjadi Penentu

Leverage tinggi memang bisa menghasilkan margin kecil. Namun demikian, bukan berarti margin kecil bisa dijadikan alasan memperbesar ukuran transaksi, agar profit yang didapat bisa semakin banyak. Anggapan itu tidak salah, tapi tidak sepenuhnya benar juga, karena Anda juga harus memperhitungkan faktor risiko.

Perumpamaannya seperti ini:

Trader A dan B sama-sama memiliki dana $5000. A menggunakan leverage 1:200, sedangkan B memakai 1:500. Ketika trader A hendak membuka posisi buy, ia merasa 1 lot saja cukup karena margin yang dibutuhkan sudah sebesar $500, atau 10% dari keseluruhan balance-nya. Sementara itu, trader B merasa 1 lot adalah ukuran yang terlalu kecil, karena dengan leverage 1:500, margin yang perlu ia siapkan cuma sebesar $200. Ia pun akhirnya mengambil 2.5 lot sehingga marginnya bernilai $500.

Walaupun margin trader A dan B sama, besar profit atau loss yang mereka hasilkan akan berbeda. Hal itu karena keuntungan dan kerugian dalam forex ditentukan oleh ukuran transaksi, bukan margin. Jadi dengan memperbesar lot trading karena merasa leverage-nya bisa menunjang ukuran transaksi yang lebih besar, trader B bukan hanya memperbesar peluang keuntungan, tapi juga meningkatkan risiko loss.

Jika nilai per pip 1 lot standard adalah $10, maka nilai untuk 2.5 lot adalah $25. Dalam skenario harga merosot sebanyak 100 pip, maka besar kerugian trader A hanya bernilai 100 x $10 = $1000, sedangkan trader B menderita rugi sebesar 100 x $25 = $2500 .

margin tidak jadi penentu

ketuk dan tahan gambar untuk memperbesar

Dari contoh di atas, jelaslah bahwa penggunaan leverage tinggi rawan disalahgunakan trader yang tidak benar-benar mengetahui risikonya. Sebabnya tidak lain adalah karena semakin tinggi leverage yang dipilih, maka semakin besar pula ukuran lot yang bisa ditransaksikan. Kesalahan trader pemula atau mereka yang hanya mengejar profit akan menganggap hal itu sebagai celah untuk memperbesar ukuran transaksi. Padahal, semakin besar ukuran yang digunakan, semakin besar pula nilai penurunan yang akan mengikis dana trader saat harga bergerak melawan posisi trading.

Oleh karena itu, sebaiknya pilihlah leverage sebijak mungkin. Memilih leverage tinggi hanya karena ingin menggunakan ukuran transaksi yang besar dengan margin kecil nyatanya sangat berisiko. Margin kecil atau besar tidak menentukan besar profit atau loss, karena semua itu diukur dari seberapa besar ukuran transaksi Anda. Kesimpulannya, Leverage tinggi memang bisa memberikan banyak kesempatan, tetapi hanya pada trader yang dapat memanfaatkannya dengan bijak.

Jika disimpulkan dalam sebuah infografi, berikut adalah kesimpulan singkat mengenai margin dan leverage yang bisa Anda simpan

Sabtu, 07 November 2020

Menghitung Spread Dalam Trading Forex

Sangat penting bagi trader untuk lebih memahami tentang spread karena merupakan semacam alat pembayaran utama saat trading. Trader juga wajib paham bagaimana cara kerja spread dan cara menghitung biaya demi memaksimalkan potensi profit yang bisa didapat.

Spread Dalam Trading Forex

Tiap market finansial punya pengertian sendiri terkait istilah spread, sama halnya dengan forex. Suatu spread sederhananya didefinisikan sebagai perbedaan harga saat trader membeli lalu menjual suatu aset. Untuk trader ekuitas seringnya menyebut dengan spread bid/ask.

Gambar di bawah ini menunjukkan perhitungan spread pada mata uang EUR/USD. Pertama, bisa dilihat bahwa harga beli yaitu 1.13398 lalu dikurangi harga jual sebesar 1.3404. Nilai yang tersisa dari hasil proses pengurangan dalam contoh ini yaitu .00006.

Trader harus selalu ingat bahwa nilai pip kemudian diterapkan ke pasangan mata uang EUR/USD dengan menghilangkan empat digit angka setelah titik desimal, sehingga membuat perhitungan hasil akhir menjadi 0.6 pip. Setelah tahu cara menghitung spread dalam pip, bagaimana dengan biaya sebenarnya?

Menghitung Spread dan Biaya
Sumber: google.com

Menghitung Spread dan Biaya

Sebelum menghitung biaya dari suatu spread, selalu ingat bahwa spread hanyalah harga ask dikurangi harga bid dari suatu mata uang. Jika merujuk pada contoh di atas, hitungannya menjadi 1.3404-1.13398 = 0.00006. Dengan menghilangkan empat angka setelah titik desimal, hitungannya menjadi 0.6 pip.

Menggunakan hasil perhitungan ini, bisa diketahui kalau trader bisa membeli EUR/USD di 1.3404 lalu menutup transaksi di harga jual 1.13398. Dengan demikian, semakin cepat trader membuka posisi, trader setidaknya dikenai biaya spread sebesar 0.6 pip.

Untuk menemukan total biaya spread, sekarang trader harus mengalikan nilai ini dengan biaya pip dengan menimbang jumlah total lot. Jika trading dengan satu lot EUR/USD senilai USD 10 ribu, trader akan dikenai total biaya 0.00006 (atau 0.6 pip) x 10,000 = USD 0.6.

Semisal trader membuka posisi dengan standar lot (100 ribu unit mata uang), biaya spread akan menjadi 0.00006 x 100,000 = USD 6. Sebagai catatan, jika akun yang digunakan menggunakan pecahan mata uang lain (GBP misalnya), trader harus mengkonversi lebih dulu ke dolar Amerika.

Spread Tinggi dan Spread Rendah

Harus dipahami bahwa spread dalam forex selalu berubah tiap saat, bisa spread tinggi dan spread rendah. Situasi ini terjadi karena pergerakan spread dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti volatilitas atau likuiditas market. Itu sebabnya, perhitungan spread kerap masuk dalam analisa teknikal.

Trader akan tahu bahwa beberapa mata uang, termasuk mata uang yang mengalami kenaikan dalam market, memiliki spread lebih besar dibanding mata uang mayor. Alasannya, mata uang mayor kerap ditransaksikan dengan volume tinggi dibanding mata uang yang mengalami kenaikan.

Volume trading yang tinggi selanjutnya cenderung memicu spread menjadi rendah di bawah kondisi normal. Menjadi pengetahuan umum bahwa likuiditas bisa saja turun dan spread bisa meluas karena terpicu oleh event ekonomi dalam sela-sela waktu trading.

Spread tinggi bisa diartikan bahwa ada perbedaan besar antara harga ask dan bid. Pasangan mata uang yang sedang naik dalam market secara umum punya spread tinggi dibanding mata uang mayor. Spread di atas normal secara umum mengindikasikan dua hal, yaitu volatilitas tinggi dalam market atau likuiditas rendah karena di luar jam trading.

Sebelum rilis berita atau saat ada event besar (sperti Brexit atau pemilu), spread bisa meluas secara masif. Di sisi lain, spread rendah terjadi karena ada perbedaan kecil antara harga ask dan bid. Sangat disarankan untuk membuka trading di market besar saat spread sedang rendah. Spread rendah mengindikasikan bahwa volatilitas sedang rendah dan likuiditas sedang tinggi.

Mengamati Perubahan Dalam Spread

Berita ekonomi bisa menyebabkan ketidak-pastian dalam market. Rilis berita pada kalender ekonomi bisa terjadi secara sporadis dan bergantung pada ekspektasi apakah terpenuhi atau tidak, tetap mampu menyebabkan harga mengalami fluktuasi secara ketat.

Layaknya trader individual, likuiditas tinggi memicu ketidak-jelasan, terutama saat berita baru rilis. Karena kondisi ini, trader akan mencari cara lain untuk menjauhkan risiko dengan memperlebar spread. Tapi jika kurang hati-hati, spread terlalu besar bisa menyebabkan margin call.

Semisal trader menahan posisi dan spread melebar secara drastis, trader bisa saja dikeluarkan dari posisi trading, atau dalam istilah lain sering disebut margin call. Satu-satunya cara untuk melindungi diri saat spread melebar yaitu dengan membatasi jumlah leverage yang dipakai dalam akun.

Kadang juga sangat menguntungkan dengan menahan trading saat spread melebar karena bisa saja spread tiba-tiba kembali normal. Dalam situasi seperti ini, diperlukan teknik trading yang memanfaatkan spread supaya terhindar dari kemungkinan spread yang naik tajam.

Hati-Hati Dengan Spread yang Melebar

Trader harus selalu waspada pada spread karena merupakan biaya pembayaran utama saat trading forex. Karenanya, spread yang melebar akan memicu pada membengkaknya biaya trading, yang pada hasil akhirnya bisa mengurangi jumlah profit dari suatu trading.

Volatilitas dan likuiditas suatu mata uang berpadu dengan leverage yang salah bisa memberi sinyal berakhirnya aktivitas trading, bahkan karir trader. Selalu diingat bahwa leverage tinggi membutuhkan spread biaya tinggi yang diambil ekuitas akun, sehingga jauh lebih menguntungkan jika memakai leverage kecil atau tidak sama sekali.

Trader pemula sudah sewajarnya kuatir tentang spread. Semisal trader punya akun dalam jumlah kecil tapi mengambil posisi trading yang cukup besar, spread bisa saja melebar dan trader mungkin saja akan menerima margin call sehingga posisi trading akan ditutup sepihak oleh broker.

Sebenarnya ada beberapa teknik atau metode yang bisa digunakan untuk mengakali spread besar. Misalnya, trader harus terbuka pada semua faktor yang berpengaruh pada ukuran spread, atau dengan memilih mata uang yang punya likuiditas tinggi, juga membuka trading pada jam tertentu.

Untuk mencegah biaya besar yang ditimbulkan spread yang melebar, trader harus waspada pada tingkat likuiditas, volatilitas, dan event ekonomi. Secara umum, spread akan kembali ke titik awal dalam beberapa menit seperti sedia kala, sehingga sangat disarankan agar trader lebih sabar.

Yang juga banyak diadopsi trader untuk mengakali spread tinggi yaitu dengan memilih pasangan mata uang yang punya likuiditas tinggi. Dalam situasi normal, mata uang dengan likuiditas tinggi punya spread rendah sehingga tak banyak memakan biaya transaksi.

Saat sesi market mayor berlangsung, nilai spread ada dalam kisaran normal, bahkan kadang ada dalam titik paling rendah karena volume trading tinggi. Sebab itu, pemilihan waktu trading juga pengaruh ke besaran spread, dan memilih waktu bisa dimasukkan sebagai salah satu faktor pertimbangan saat menyusun strategi

Jumat, 06 November 2020

Tabel Pemantau Volatilitas

Forex Volatilitas forex merupakan besarnya jarak antara fluktuasi/naik turunnya harga di pasar forex. Besarannya berbeda-beda bagi setiap pair forex, dan itu bisa ikut menentukan besar-kecilnya peluang untuk memanen profit dalam suatu pair. iklan Volatilitas juga menunjukkan besarnya risiko saat bertrading; semakin tinggi volatilitas, maka makin tinggi pula risikonya, walaupun peluang trading yang tersedia lebih banyak. iklan Tabel Pemantau Volatilitas Forex ini akan membantu Anda untuk mengetahui pair-pair mana yang volatilitasnya kalem dan mana yang volatilitasnya tinggi, agar Anda bisa mencocokkan gaya trading dengan pair yang tepat. Cara menggunakannya sangat mudah. 

Di baris paling kiri ada simbol pair - pair forex mayor dan cross yang paling banyak ditradingkan, diikuti oleh besaran volatilitas pada masing-masing pair di baris-baris berikutnya. Anda bisa mengetahui seberapa tinggi volatilitas pada tiap pair dalam satuan pips dan persen, mulai dari periode 1 menit hingga 1 bulan. Apabila ingin bertrading pada pair - pair forex dengan peluang trading terbanyak, maka carilah angka volatilitas tertinggi pada satu periode. Sedangkan jika ingin bertrading dengan risiko rendah tanpa banyak pergolakan harga, carilah pair bervolatilitas cenderung kecil. Selamat trading! 



Baca selengkapnya di: 


Kamis, 05 November 2020

Sekolah Forex


"Saya ingin trading forex, tapi nggak tahu bagaimana caranya. Mau belajar, sayangnya biayanya mahal."

"Saya pernah coba trading forex, tapi bingung sendiri soal istilah-istilahnya."
"Trading forex itu susah, mulainya dari mana saja nggak jelas. Apalagi, saya bukan mahasiswa Ekonomi."
Pernahkah terbetik komentar-komentar seperti itu dalam benak Anda? Atau justru tercetus dalam obrolan dengan kawan dan keluarga?

Banyak orang beranggapan trading forex itu sulit. Padahal, jika Anda mengenal para trader yang sukses saat ini, maka akan tahu bahwa dahulu mereka tak paham forex sama sekali, jarang yang memiliki latar belakang di bidang Ekonomi, dan tak sedikit diantaranya belajar forex hanya dengan bermodal nyali. Karena di era internet, belajar forex secara menyeluruh dan gratis bisa diakses dimana saja, seperti di Sekolah Forex ini.

Sebenarnya, konsep Sekolah Forex sudah sangat populer di website tutorial belajar forex luar negeri, karena terbukti mampu membantu calon trader dari nol. Mulai dari mengenal bagaimana cara trading forex, istilah-istilah penting yang harus diketahui trader, hingga Anda mampu menyusun sistem trading forex yang menguntungkan dan dapat diandalkan.

Seseorang yang baru mendengar soal forex saja bisa diibaratkan seperti anak-anak yang belum mulai sekolah; belum bisa membaca kondisi pasar maupun menghitung keuntungan. Karenanya, Sekolah Forex diawali dengan Taman Kanak-Kanak di mana Anda bisa mendapatkan gambaran mengenai kondisi pasar forex serta bagaimana Anda dapat berpartisipasi di dalamnya.

Setelah memahami dasar-dasar itu, Anda akan diajak untuk mengenal berbagai faktor yang mempengaruhi pasar forex serta bagaimana cara menganalisanya. Berikutnya, giliran belajar mengenai cara membaca pergerakan harga di pasar, serta berbagai jalan utama dan jalan alternatif untuk mendapatkan keuntungan ketika harga naik maupun turun.

Seiring dengan makin tinggi "tingkat pendidikan" Anda di Sekolah Forex, maka akan makin lengkap pula pengetahuan dan latihan Anda. Nantinya, pengetahuan dan latihan di sini merupakan bekal Anda menjadi trader forex sukses dan mewujudkan semua cita-cita keuangan Anda.

Yaaah.. sekolah lagi dong? Tenang, Sekolah Forex berbeda dengan sekolah pada umumnya. Siswa di Sekolah Forex tak perlu merasa cemas saat musim terima rapor tiba, karena tidak akan ada acara terima rapor.

Jangankan terima rapor, ujian saja tak ada di Sekolah Forex ini. Anda cukup menyimak setiap materi secara runtut dari TK hingga Wisuda Universitas, berlatih trading forex mengikuti petunjuk yang diberikan, kemudian mencoba menata karir trading Anda sendiri. Namun, jangan pura-pura sudah paham jika sebenarnya belum paham.

Bertanyalah pada kolom komentar yang tersedia. Jangan ragu pula untuk berkonsultasi atau bertanya ke forum Tanya Jawab Seputarforex. Para trader berpengalaman di sana akan selalu siap sedia membantu Anda agar lebih memahami forex.

Untuk sukses dalam trading forex memang tidak mudah; butuh kesabaran dan ketekunan. Akan tetapi, dengan mengikuti Sekolah Forex, Anda telah tiba pada tahap pertama di jalan menuju kesuksesan tersebut.

Oke, Selamat Belajar ya!